Kamis, 27 Januari 2011

PEMBELAJARAN DONGENG UNTUK ANAK SD (Oleh Supriaji)

Dongeng merupakan sebuah bagian dari karya sastra anak yang dapat disajikan melalui buku pelajaran ataupun buku cerita khusus bagi anak-anak. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia tentang menyimak, dongeng dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dalam menjelaskan materi pelajaran bagi peserta didik.
Berikut akan dijelaskan tentang pengertian dongeng, ciri-ciri dongeng, struktur dongeng, tema dongeng, dan pengelompokkan dongeng yaitu sebagai berikut :
a. Pengertian dongeng
Dongeng adalah jenis/bentuk prosa fiksi lama yang dalam bahasa inggris disebut folklore. Dongeng adalah suatu cerita rekaan atau fantasi atau khayalan belaka yang kejadiannya tidak mungkin terjadi, biasanya cerita yang hidup di kalangan rakyat yang disajikan dalam bentuk lisan, namun sekarang sudah banyak yang ditulis dan dibukukan (Supriyadi, 2006: 28).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 241), dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh).
Dari beberapa pendapat yang telah dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dongeng merupakan cerita yang tidak benar-benar terjadi dan dapat dijadikan sebagai sumber belajar pada mata pelajaran-mata pelajaran yang membutuhkan media berupa dongeng.
b. Ciri-ciri dongeng
Dongeng mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut :
1) Alur sederhana
2) Singkat
3) Tokoh tidak diurai secara rinci
4) Penceritaan lisan
5) Pesan dan tema ditulis dalam cerita
6) Pendahuluan singkat dan langsung
Berdasarkan ciri-ciri dongeng di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dongeng merupakan sebuah cerita yang mempunyai pesan yang tertulis di dalam cerita itu sendiri.
c. Jenis-jenis Dongeng
Menurut Sayyid “Satria Baja Islam” (Pendongeng anak di TVRI), jenis dongeng atau cerita mempunyai karakterisik yang berbeda, agar dapat mendongeng atau bercerita dengan tepat, terlebih dahulu harus menentukan jenis ceritanya, antara lain ditentukan oleh:
1) Tingkat usia pendengar
2) Jumlah pendengar
3) Tingkat heterogenitas (keragaman) pendengar
4) Tujuan penyampaian materi
5) Suasana acara
6) Suasana (situasi dan kondisi) pendengar dan sebagainya.
Menurut Sayyid “Satria Baja Islam” (pendongeng anak di TVRI), jenis-jenis dongeng atau cerita dapat dibedakan dari berbagai sudut pandang:
1) Berdasarkan Pelakunya
(a) Fabel (cerita tentang dunia binatang) dan dunia tumbuhan
(b) Dunia benda-benda mati
(c) Dunia manusia
(d) Campuran/kombinasi
2) Berdasarkan Kejadiannya
(a) Dongeng atau Cerita sejarah (tarikh)
(b) Dongeng atau cerita fiksi (rekaan)
(c) Dongeng atau cerita fiksi sejarah
3) Berdasarkan Sifat Waktu Penyajiannya
(a) Dongeng atau cerita bersambung
(b) Dongeng atau cerita serial
(c) Dongeng atau cerita lepas
(d) Dongeng atau cerita sisipan
(e) Dongeng atau cerita ilustrasi
4) Berdasarkan Sifat dan Jumlah Pendengarnya
(a) Dongeng atau cerita privat, terdiri dari cerita pengantar tidur dan cerita lingkaran pribadi (individu atau kelompok sangat kecil)
(b) Dongeng atau cerita kelas, terdiri dari kelas kecil (sampai dengan -+ 20 anak) dan kelas besar (sampai dengan -+ 20-40 anak)
(c) Dongeng atau cerita untuk forum terbuka
5) Berdasarkan Teknik Penyampaiannya
(a) Dongeng atau cerita langsung/lepas naskah (direct-story)
(b) Membacakan dongeng atau cerita (story-reading)
6) Berdasarkan Pemanfaatan Peraga
(a) Mendongeng atau bercerita dengan alat peraga
(b) Mendongeng atau bercerita dengan alat peraga
Jenis-jenis dongeng menurut Kusumo (2001: 9) adalah:
1) Legenda
Legenda adalah dongeng yang menceritakan tentang asal mula terjadinya suatu tempat, gunung, dan sebagainya. Contoh dari legenda adalah legenda telaga warna (dari jawa barat), legenda legenda batu menangis (Kalimantan Barat), dan lain-lain.
2) Mite
Mite adalah dongeng yang bercerita tentang dunia dewa-dewa dan berkaitan dengan kepercayaan masyarakat. Misalnya adalah Dewi
Sri dan Nyi Roro Kidul.
3) Fabel
Dongeng ini merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang
digambarkan dan bisa bicara seperti manusia, bersifat sindiran, atau kiasan. Contohnya adalah dongeng kancil, katak hendak jadi lembu, tupai dan ikan gabus.
4) Pelipur Lara
Dongeng pelipur lara biasanya disajikan sebagai pengisiwaktu istirahat, dibawakan secara romantis, penuh humor, dan sangat menarik. Contohnya adalah dari Jawa Timur terkenal dengan Tukang Kentrung, dan dari Sumatera Barat terkenal dengan Juru Pantun.
5) Cerita Rakyat
Pada umumnya dongeng yang terkait dengan cerita rakyat diciptakan dengan suatu misi pendidikan yang penting bagi dunia anak-anak, misalnya: kisah Malinkundang, Bawang Merah Bawang Putih, timun Emas.
Jenis-jenis dongeng berdasarkan pengertian di atas adalah dongeng yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat, dunia binatang, cerita untuk pelipur lara, berkaitan dengan kepercayaan nenek moyang, dan cerita rakyat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar